Tuhan Gembala yang Baik (Mazmur 23:1-2)

Ringkasan Khotbah Pdt. Walter Topo’e
Minggu, 23 April 2017

Ayat Utama : Mazmur 23:1-2

Daud menuliskan Mazmur 23 ini berdasarkan pengalamannya pribadi bahwa Tuhan adalah gembala yang baik.

Dalam ayat 1, Daud menyampaikan bahwa bila Tuhan menjadi gembala kita, kita tidak akan kekurangan. Kenyataannya Daud sendiri mengalami kekurangan.

Dalam Mazmur 73:2 & 13, Asaf melihat sisi Tuhan yang berbeda dengan Daud. Asaf melihat fakta bahwa ketika ia sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, ia tetap mengalami kemalangan. Hal ini berbeda dengan Daud.

Mengapa Daud dapat berkata bahwa Tuhan adalah gembala yang baik?

Daud dapat berkata bahwa Tuhan adalah gembala yang baik karena ia menjadikan Tuhan sebagai standar kebahagiaan dalam hidupnya.

Saat ini ada 2 versi orang percaya :

  1. Orang percaya yang levelnya seperti Daud yang menjadikan Tuhan sebagai standar kebahagiannya.
  2. Orang percaya yang levelnya seperti Asaf, yang menjadikan berkat Tuhan sebagai standar kebahagiaannya.

Kita harus meningkatkan kualitas kita ke level yang menjadikan pribadi Tuhan sebagai standar kebahagiaan dalam diri kita. Pada waktu Tuhan datang, Ia akan mencari adakah iman (Lukas 18:8).

Paulus menjadikan Tuhan sebagai standar kebahagiaannya sehingga ia dapat berkata: “Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya…” (Filipi 3:8). Ayub tidak tergoncang atau menjadi kecewa kepada Tuhan ketika Tuhan mengambil semua miliknya karena standar kebahagiaannya adalah Tuhan.

Bila standar iman kita saat ini seperti Asaf maka sangatlah berbahaya khususnya di akhir jaman ini dimana begitu banyak kesulitan. Ketika kita menempatkan Yesus sebagai standar kebahagiaan, kita akan menikmati kehadiran Tuhan dan segala unsur dari Yesus adalah jawaban atas segala masalah kita. Ketika kita menempatkan berkat Tuhan sebagai standar kebahagiaan kita, maka kita tidak pernah terpuaskan (I Yohanes 2:15-17). Ketika kita menempatkan Yesus sebagai standar kebahagiaan kita, ada damai sejahtera dan sukacita.

Tuhan adalah gembala yang baik membaringkan kita di padang yang berumput hijau, dan membimbing kita ke air yang tenang (Mazmur 23:2). Ini adalah kebutuhan utama manusia. Air sangat dibutuhkan oleh manusia. Manusia jasmani kita membutuhkan air untuk hidup, manusia rohani juga membutuhkan air. Pada waktu Allah menciptakan bumi ini, Ia menciptakan air yang diatas dan air yang dibawah (Kejadian 1:6). Air yang di bawah adalah tubuh jasmani, sedangkan air yang diatas adalah untuk tubuh rohani kita.

Ketika Yesus bertemu dengan perempuan Samaria di sumur Yakub, Ia menuntun perempuan ini ke air yang tenang. Perempuan Samaria itu masih menempatkan kebahagiaannya pada hal lahiriah. Yesus sebagai gembala yang baik menuntun perempuan Samaria ini untuk mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya (Yohanes 4:12-15). Yesus tidak pernah letih menuntun umatNya agar menerima air hidup yaitu Roh Kudus. Biarlah kita mempunyai kerinduan untuk dapat memiliki air hidup itu (Yohanes 7:37-39).

Setelah Yesus bangkit, Ia selama 40 hari sebelum naik ke surga tetap menuntun murid-muridnya untuk memperoleh air hidup itu (Lukas 24:13-16, 33). Yesus ingin agar murid-muridNya tetap di Yerusalem agar mereka dapat menerima air yang tenang yaitu Roh Kudus. Seperti air ini telah mengubah perempuan Samaria ini, air ini pun akan mengubah murid-muridNya. Pada saat murid-murid kembali ke Yerusalem, mereka menerima Roh Kudus.

Tuhan adalah gembala kita yang baik. Jadikan Dia sebagai standar kebahagiaan kita. Ia akan senantiasa membimbing kita untuk memperoleh air yang tenang yaitu Roh Kudus.

Leave a Reply