Sikap Hidup ditengah Masa Kedurhakaan

31 maret UNTUK KALANGAN SENDIRI No. 013-31 Maret 2019 WARTA JEMAAT GEREJA PANTEKOSTA DI INDONESIA JEMAAT BARITO
Sikap Hidup ditengah Masa Kedurhakaan
Di hari-hari terakhir banyak orang yang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Kedurhakaan akan bertambah-tambah sehingga kasih banyak orang akan menjadi dingin (Matius 24:10-12). Durhaka dalam kamus bahasa Indonesia artinya ingkar janji terhadap perintah Tuhan, terhadap perintah orangtua, terhadap pemerintah yang sah.
Keadaan manusia akhir jaman antara lain mereka akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang, suka membual dan menyombongkan diri, tidak tahu mengasihi, suka mengkhianat dan lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah (2 Timotius 3: 1-5). Tidak mudah untuk hidup di jaman akhir seperti ini, tetapi kita tidak bisa menghindar. Bagaimana kita harus bersikap?
1. Membangun diri sendiri di atas dasar iman yang paling suci (Yudas 1: 17-20).
Dasar iman yang paling suci adalah Firman Allah, Apa yang dikatakan oleh Firman Allah, kita lakukan. Dalam I Korintus 15:19 dikatakan bahwa jikalau kita hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.
Mata rohani kita adalah iman. Mata adalah pelita tubuh (Matius 6:22). Jika matamu baik teranglah seluruh tubuh kita. Jika mata rohani (iman) kita baik, maka kita mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalaam panggilan-Nya. Jika iman kita tidak baik, kita tidak tahu pengharapan kita yang ada didepan padahal betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya ( Efesus 1: 17-19) sangat berbahaya jika mata rohani kita rusak. Dengan iman Yakub memberkatibkedua anak Yusuf meskipun matanya sudah buta (Ibrani 11:21). Iman Yakub dapat melihat hal yang orang lain tidak tahu.
2. Fokus kepada diri sendiri.Dalam I Timotius 4: 16 dikatakan awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Jangan melihat kekurangan orang lain, tetai lihatlah diri kita sendiri
3. Memiliki penguasaan diri (I Petrus 4: 7). Kuasailah diri kita dan jadilah tenang. Penguasaan diri itu penting. Dengan penguasaan diri kita terhindar dari keserakahan sebab yang menjerat kita adalah rasa akan ketidakpuasan ( I Timotius 6: 6-10)
4. Pakailah selengkap senjata Allah (Efesus 6:10-18). Perlu untuk menggunakan selengkap senjata Allah karena kita dalam peperangan rohani. Kalaupun kita masih menggunakan senjata Allah, tetapi tanpa disertai doa maka tidak akan berguna. Doa meminyaki perlengkapan senjata kitata. Betapa pentingnya seluruh senjata Allah yang Tuhan berikan bagi kita agar diminyaki dengan doa. Jika tidak diminyaki dengan doa, saat akan kita gunakan senjata itu tumpul. Tidak mudah untuk hidup dalam masa kedurhakaan, tetapi kita harus menyikapinya dengan membangun diri sendiri di atas dasar iman yang paling suci, fokus kepada diri sendiri, memiliki penguasaan diri dan memakai selengkap senjata Allah yang diminyaki dengan doa. Dengan menyikapi demikian, maka kita akan tetap bertahan untuk hidup dalam masa kedurhakaan ini
– Ringkasan Khotbah Pdt. Asron Marbun Minggu, 24 Maret 2019

Leave a Reply