Menjaga Kehidupan Kita dari “Belalang- Belalang” Menjelang Kedatangan Tuhan yang Kedua

Edisi 041-18 Aqustus 2019- Untuk kalangan sendiri
WARTA JEMAAT Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Barito
Menjaga Kehidupan Kita dari “Belalang- Belalang” Menjelang Kedatangan Tuhan yang Kedua
Ayat Utama: Yoel 1: 4 Allah mengutus Yoel kepada suku Yehuda. Yoel memberikan peringatan kepada suku Yehuda akan hal yang datang. Kitab Yoel diberikan kepada orang percaya agar kita tidak jatuh pada kesalahan yang sama dengan suku Yehuda.
Dalam Yoel 1:4, Yoel mendapat penglihatan dimana ada belalang-belalang yang menyerang bangsa lIsrael. Ada 4 jenis belalang dalam ayat ini yaitu: 1. Belalang pengerik: – peringatan bahwa bangsa Asyur akan menghancurkan suku-suku Israel. 2. Belalang pindahan: – peringatan bahwa bangsa Midian yang menyerang bangsa Israel. 3. Belalang pelahap dan belalang pelompat peringatan bahwa kekaisaran Romawi akan menindas umat Tuhan.
Belalang-belalang ini adalah suatu peringatan kepada suku Yehuda akan apa yang akan mereka hadapi di masa yang akan datang karena pada saat itu suku Yehuda menganggap enteng kasih setia Tuhan dan berkat yang mereka terima dari Tuhan. Kehidupan mereka jauh dari Tuhan, mereka beralih kepada dewa-dewa lain.
Mengapa Tuhan mengijinkan 4 belalang ini dalam kehidupan kita khususnya menjelang ke atangan Tuhan yang ke 2 kalinya ? 1. Belalang pengerik adalah belalang yang suka makan daun-daunan.
Enpat belaing tereebut menggambarkan ibils yang berkerja huar biasa menjelang kedatangan Tuhan
Belalang pengerik (suka makan daun) Daun menggambarkan kesaksian hidup umat Tuhan Yesus pemah berkat bahwa kamu akan menjadi saksi mulai dari Yerusalem, Yudea, Samaria sampai ke ujung bumi.
Kesaksian kita menunjukkan ktentitas kilta. Kesaksian hidup kila adalah untuk menyalakan kemuliaan Tuhan, baik kesaksian yang baik maupun yang tidak enak bagi kita. Menjelang kedalangan Tuhan yang ke 2 kalinya, iblis berusaha untuk memakan kesaksian-kesaksian hidup anak-anak Tuhan sehingga menjauhkan jwa-jiwa dari Tuhan. JaƱgan sampai daun daun kita hilang karena pencobaan-pencobaan yang Kita alami, Ingatiah selalu akan identitas kita.
2 Belalang pindahan (suka makan buah) Kita tidak dapat berbuah bila kita tidak tinggal pada pokok anggur (Yohanes 1534). Kalau mau berbuah, harus tinggal di dalam Tuhan, Tuhan sedang mencari buah buah yang kita hasilkan dalam pengiringan kita akan Tuhan, Harus ada buah yang dihasilkan dalam kehidupan orang percaya. Buah-buah apa yang sudah Kita hasilkan bagi Tuhan? Apakah belalang-belalang pindahan sudah memakan buah-buah kita ? Bagaimana supaya kita berbuah ? Mazmur 1: 1-3 mengatakan bahwa orang yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam, ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Bila hidup kita layak dihadapan Tuhan, memberikan buah dalam segala pekerjaan yang baik, Kita akan dikuatkan oleh kuasa kemuliaanNya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar ( Kolose 1: 10-11)
3. Belalang pelompat (suka kulit pohon): Kulit pohon menggambarkan kuasa Tuhan. Belalang pelompat berusahaan memakan urapan-urapan Tuhan untuk melemahkan tubuh orang percaya, Iblis bekerja luar biasa un- tuk menghancurkan kehidupan umat Tuhan dengan mengirimkan hal-hal in: a. Persoalan dan sakit penyakit. b. Roh-roh yang tidak mumi sehingga kita tidak mengiring dan melayani Tuhan dengan hati yang tidak mumi dihadapan Tuhan. C. Roh najis dan cemar Tuhan mengijinkan pencobaan-pencobaan bagi umat Tuhan dengan tujuan untuk menguat- kan dan membawa kita semakin mengenal Dia dan Kuasa KemuliaanNya. Ayub kehilangan segala sesuatu, letapi ia tetap teguh berdiri dihadapan Tuhan sehingga Tuhan memulihkan segala sesuatunya dan mengganti apa yang hilang dihidupnya.
4. Belalang pelahap (makan akar) : Akar menggambarkan iman percaya kita. Pada saat Yesus datang untuk kedua kalinya, la akan mencari iman di bumi ( Lukas 18: 8). Banyak umat Tuhan yang kehilangan iman percayanya karena hal-hal yang dihadapinya tidak sesuai dengan keinginannya. Menjelang kedatangan Tuhan ke-2 kalinya, belalang-belalang pelahap ini bekerja keras untuk menghan- curkan iman percaya umat Tuhan. Tuhan mau agar hidup kita seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya dan tidak layu daunnya. Kita harus berdoa bagi umat-umat Tuhan supaya tidak cepat lelah rohani dan memiliki kuasa sehingga bias menghalau belalang belalang itu dalam kehidupan kita dan mengalami pemulihan yang dari Tuhan. Yoel 2: 21-27 mengatakan bahwa pada waktu Tuhan memulihkan kita, la akan memulihkan tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, pelompat, pelahap dan pengerip. Kita akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan akan memuji-muji nama TUHAN.
Ringkasan Khotbah lbu Pdt. Dessy Kurniawan – Minggu, 4 Agustus 2019.

Leave a Reply