Memberi yang Terbaik

UNTUK KALANGAN SENDIRI No. 040- 10 November 2019 WARTA JEMAAT BARITO GEREJA PANTEKOSTA DI INDONESIA
JEMAAT BARITO JAKARTA
Memberi Yang Terbaik
Ayat Utama: Imamat 26: 2-5 Kalau kita mau menikmati berkat-berkat seperti yang ada dalam Imamat 26 ayat 4 dan 5, maka kita harus memelihara hari Sabat dan menghormati tempat kudus-Nya (ayat 2 dan 3). Firman Tuhan adalah jaminan kehidupan kita, hormatilah dan nikmatilah Tuhan.
Allah mau supaya kita semua selamat. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga la telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Menghormati bukan hanya dari perbuatan, tetapi juga dengan mempersiapkan hati kita untuk kita bawa kepada Dia. Menghormati Dia bukan hanya kita melayani Dia, tetapi bagaimana kita memberi bagi Tuhan. Memberi dengan hormat kepada Tuhan. Kita harus memberi dengan kasih kepada Tuhan. Tuhan melihat hati kita yang memberikan yang terbaik bagi Tuhan, maka Ia akan menghargainya karena la terlebih dahulu telah memberikan yang terbaik bagi kita yaitu AnakNya yang tunggal.
Persembahan persepuluhan harus dibawa kepada Tuhan (Maleakhi 3: 10-12)., demikian juga dengan persembahan khusus namun seringkali manusia tidak melakukannya.
Persembahan syukur harus dibawa kepada Allah ( Mazmur 50: 8-14). Korban identik dengan hati. BerilahpersembahanMu dengan segenap hati, itulah yang Tuhan inginkan dari kita, menaburlah terus, maka kita akan menuai. Selama bumi masih ada, takkan berhenti musim menabur dan menual, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam (Kejadian 8:22).
Ada musim menabur dan ada musim menuai. Orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, pasti akan menuai berkas-berkasnya. Orang vang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinva, Alah sanggup melimpahkan kasih karunia kepada kita (2 Korintus 9: 6-9).
Yesus berkata: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Soroa (Matius 5: 20). Lakukanlah dan berikanlah yang terbalk bagi Tuhan bukan supaya kita dilihat dan dipuji orang, tetapi berikanlah dengan suatu ketulusan kepada Tuhan (Matius 6: 1-4).
Bila kita melakukan semuanya yaitu memelihara hari Sabat, menghormati tempat kudus-Nya dan memberikan persembahan kita yang terbaik bagi Tuhan dengan ketulusan, kita akan mengalami ianji-janji Allah seperti yang ada dalam Yesaya 55: 10-13.
Teruslah menabur karena kita akan menuai segala janji-janji Allah.
Ringkasan Khotbah Pdt. Albert N. Kurniawan – Minggu, 3 Oktober 2019.

Leave a Reply