Kairos Tuhan

No. 018 12 Mei 2019 WARTA JEMAAT GEREJA PANTEKOSTA DI INDONESIA JEMAAT BARITO BARITO
KAIROS TUHAN
Ada banyak permasalahan di dalam dunia baik masalah kesehatan, ekonomi, keluarga bahkan dalam pelayanan. Sebagai manusia kita terbatas, yang dapat kita lakukan hanyalah percaya kepada Tuhan.
Ada 2 waktu: 1. Kronos, yaitu waktu manusia 2. Kairos, yaitu waktu Tuhan.
Waktu Tuhan yang terbaik bagi kita, tetapi seringkali kita menginginkan sesuai waktu kita, bukan waktu Tuhan padahal Tuhan sudah menyiapkan yang terbaik bagi kita. Kita harus melihat permasalahan kita sesuai dengan sudut pandang Allah.
Dalam Yesaya 55: 8-9 dikatakan : Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikian firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. Kita tidak bias mengukur rencana Tuhan, seperti langit dan bumi jaraknya. Jalan kita terbatas, tetapi jalan Tuhan seperti langyi yang luas tida berbatas (Mazmur 92:6). Betapa kecilnya kita dan betapa luar biasanya Tuhan kita. Rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepada kita hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11).
Ketika kita percaya betapa luar biasanya Tuhan, maka kita dapat melewati kerikil kerikil dalam kehidupan kita
Dalam Pengkhotbah 3: 1-8 dikatakan bahwa untuk segala sesuatu ada waktunya kalau Tuhan belum menjawab, pasti ada rencana dan waktu Tuhan yang tepat bagi kita
segala sesuatu sesuai sudut pandang kita yang terbatas, tetapi kuasa Allah luar biasa Dia yang mengatus masa dan menentukan waktu Tuhan menginginkan agar iman kita harus semakin meningkat. Pengenalan akan Tu- han harus semakin bertambah.
Pada pesta pernikahan di Kana (Yohanes 2: 1-5), ibu Yesus meminta Yesus menolong mereka ( kronos) , tetapi Yesus menjawab bahwa waktunya belum tiba (kairos Kalau kita ingin melihat mujizat, jangan pakai waktu kita melainkan waktunya Tuhan. Jangan lihat problemanya, tetapi lihatlah kepada Tuhan dan percaya bahwa kita akan menerima segala yang baik sesuai dengan kairosnya Tuhan. Pola pikir kita haruslah seperti itu, jangan melihat yang sifatnya kronos. Iman kita haruslah iman yang mendobrak.
Ketika Lazarus sakit, kedua saudaranya mengirimkan berita kepada Yesus dan meminta Yesus menolong Lazarus (Yohanes 11: 1- 11). Namun Yesus ketika Yesus mendengar bahwa Lazarus sakit, la sengaja tinggal 2 hari lagi di tempat la berada. Ketika Yesus datang, Lazarus sudah mati dan kedua saudaranya mengeluh kepada Yesus (ayat 21). Jangan mengeluh bila kita dalam penderitaan, tunggulah kairos Tuhan.
Ayat 20 s/d 27 menunjukkan iman orang Kristen yang sering naik turun. Marta tidak percaya ketika Yesus mengatakan bahwa Lazarus akan bangkit sehingga Yesus bertanya padanya: “Percayakah engkau akan hal ini? ” Hati Yesus masygul karena la merasa gemas atas ketidakpercayaan keluarga Lazarus ( ayat 28-41).
Jangan kita menjadi lamban, kita harus meresponi Firman Tuhan maka kita akan mengalami kairosnya Tuhan. Jangan menghendaki Tuhan menyingkirkan masalah kita sesuai kronos kita. Mengucap syukurlah dan yakin bahwa Tuhan kita berkuasa dan la akan menolong kita sesuai kairosnya Tuhan, maka iman kita akan semakin meningkat an kita akan mengalami kairosnya Tuhan.
Ringkasan Khotbah Bp. Pdt. Albert N. Kurniawan-Minggu 5 Mei 2019

Leave a Reply