Iman Kita

No. 010 10 Maret 2019
WARTA JEMAAT BARITO
GEREJA PANTEKOSTA DI INDONESIA
JEMAAT BARITO

Ketika dua orang buta mengikuti Yesus dan berseru agar Yesus mengasihi mereka dan menyembuhkan mereka, Yesus bertanya kepada mereka apakah mereka percaya bahwa la dapat melakukannya ? Kedua orang buta tersebut percaya, maka terjadilah menurut iman mereka ( Matius 9: 27 -31). Ketika seorang memohonkan sesuatu kepada Yesus, Yesus tidak menanyakan berapa banyak uangmu, siapa kamu, strata kehidupanmu, melainkan Yesus menanyakan iman kita.

Yesus menanyakan iman kita karena segala sesuatu akan jadi sesuai dengan iman kita. Jangan biarkan kebimbangan, keraguan menghambat kita menerima pertolongan Tuhan
Dalam Lukas 18:8 Yesus berkata :…jika Anak Manusia itu datang, adakah la mendapati iman di bumi? Tuhan ingin menemui iman kita, bukan harta benda kita. Oleh iman kita diberikan keberanian untuk bertindak. Iman beker
jasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna ( Yakobus 2 22). Percuma punya iman, tetapi kita tidak pernah bertindak. Iman berarti mengharapkan dan percaya akan janji Tuhan yang “ya” dan “amin” daud berkata dalam Mazmur 62:2-3: Hanya dekat Allah saja aku daripada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung botuku keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. Artinya kalau beriman, kita akan tenang walau badai datang dalam kehidupan kita

Orang yang mengenal nama Yesus, percaya kepadaNya, sebab tidak ditingglkan orang yang mencari Tuhan ( Mazmur 9:11). Mudah
iman seseorang ketika ia dalam keadaan aman, tetapi dapatkah dengan mudah mendapatkan iman dalam keadaan yang ditimpa masalah bertubi-tubi ? Sulit sekali menemukan iman apabila seorang sedang menghadapi tekanan
sekali mendapatkan dupaya dekat dengan Tuhan, kita harus mempunyai hubungan yang erat
dengan Tuhan. Ketika seorang selalu bersekutu dengan Tuhan, ia mempunyai hubungan yang erat dengan Tuhan. Orang yang mempunyai hubungan yang erat dengan Tuhan, maka Tuhan akan menjawabnya pada saat dalam kesusahan
Ketika Paulus seorang hamba yang mempunyai hubungan erat dengan Tuhan berada didalam kapal dan ditimpa angina badai, ia tetap bersekutu dengan Tuhan ( Kisah Para Rasul 27: 21-23). Doa kita memberi dampak bagi orang-
orang sekeliling kita. Orang-orang yang bersama Paulus di kapal menjadi selamat karena ada Paulus yang berdoa (ayat 24). Ketika Paulus berdoa, malaikat Tuhan disisinya. Tuhan memberikan mujizatnya bagi Paulus dan seisi
kapal tersebut.

Jairus tidak mencari dokter atau tabib ketika anaknya sakit, tetapi ia mencari Yesus. Ketika itu sepertinya Tuhan terlambat tetapi la sedang bekerja dan anak yairus disembuhkan
Banyak badai yang ada di dalam hidup kita, tetaplah berpengharapan dan tetaplah dekat kepada Tuhan, tetaplah bersekutu denganNya, Tuhan pasti menolong kita.

Kualitas hubungan kita dengan Tuhan akan menentukan

– Ringkasan Khotbah Pdt. Dunove Woworuntu- Minggu, 24 Februari 2019-

Leave a Reply