Gereja yg sempurna

UNTUK KALANGAN SENDIRI No. 031- 25 Agustus 2019 WARTA JEMAAT BARITO GEREJA PANTEKOSTA DI INDONESIA
JEMAAT BARITO
Gereja yang Sempurna
Antara pembukaan materai ke 6 (enam) dan ke 7 (tujuh), akan ada pemisahan antara gandum dan ilalang atau gereja yang sempurna dan tidak sempuna. Dalam Matius 3: 12 dikatakan alat penampi sudah ditangan-Nya, la akan membersihkan tempat pengirikanNya. Alat penampi akan memisahkan mana anak Tuhan yang berbuah dan tidak berbuah. Bila kita ingin menjadi gereja yang sempurna, hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan (Matius 3:8) Tuhan memberikan pilihan bagi kita seperti pada perumpamaan 10 anak dara. Apakah kita akan menjadi seperti 5 orang gadis bijaksana yang mempersiapkan diri menyongsong kedatangan Tuhan kedua kalinya atau menjadi seperti 5 gadis bodoh yang tidak mempersiapkan diri dan kehabisan minyak ? Kedatangan Tuhan sudah sedikit waktu lagi (lbrani 10: 37). Bila jemaat Tuhan tekun menantikan kedatangan Tuhan yang ke 2 (dua) kalinya, Tuhan akan melindungi kita dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh (Wahyu 3: 10).
Apa yang harus gereja lakukan untuk menjadi gereja yang sempurna ? 1. Harus ada Roh Kudus dalam kehidupan gereja Tuhan.
Lima orang gadis bodoh tidak masuk ke pesta pemikahan karena tidak ada minyak. Minyak menggambarkan Roh Kudus. Harus ada Roh Kudus dalam kehidupan gereja Tuhan dan gereja Tuhan harus mau dipimpin oleh Roh Kudus. Api itu harus dijaga supaya terus menyala, jangan dibiarkan padam (Imamat 6:12-13). Tanda api kita tidak padam adalah waktu kita mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh. Kalau api itu tetap menyala, ketika terjadi pemisahan, kita didapati sebagai gereja yang sempurna.
2. Menghasilkan buah-buah atau memultiplikasikan talenta-talenta dalam kehidupan kita. Kualitas pengiringan kita akan Tuhan, diperhitungkan oleh Tuhan (I Korintus 15: 41). Bila kita mau memerintah dengan Tuhan pada saat Dia datang ke 2 (dua) kalinya, kita harus melipat gandakan talenta atau apa yang Tuhan percayakan bagi kita.
3. Menjadi pelaku Firman Tuhan, bukan hanya pendengar (Yakobus 1: 22).
Kalau ingin menjadi mempelai Kristus, jadilah pelaku Firman Tuhan. Melakukan kehendak Bapa artinya melakukan semu yang Tuhan masu (Matius 7: 23). Pelaku Firman hidupnya satu dengan Taurat Tuhan dan merenungkannya siang dan Tuhan dan Tuhan didalam dia, kesukaannya malam (Mazmur 1: 1-3)
4. Menjadi seperti anak kecil yang polos atau tulus dihadapan Tuhan ( Matius 18: 2-4). Beberapa sifat anak kecil antara lain:
Suka menangis: Menjadi seorang anak kecil yang suka datang menangis dihadapan Tuhan. Tuhan dekat dengan orang yang hancur hatinya.
Anak kecil tidak suka mendendam: – Jangan menyimpan kekecewaan atau kepahitan (Amsal 4:23)
Anak kecil paling merasa nyaman atau percaya dengan orangtuanya. Kita harus menjadi seperti seorang anak kecil yang percaya/beriman kepada Tuhan.
Seperti 5 (lima) gadis bijaksana, kita mau mempersiapkan diri menjelang kedatangan Tuhan yang ke 2 (dua) kalinya. Untuk menjadi gereja yang sempurna, gereja Tuhan harus memiliki Roh Kudus dan mau dipimpin oleh Roh Kudus, menghasilkan buah atau melipat gandakan talenta atau apa yang Tuhan telah percayakan bagi kita, menjadi pelaku Firman. Gereja Tuhan harus hidup seperti seorang anak kecil yang tulus di hadapan Tuhan.
Ringkasan Khotbah lbu Pdt Dessy Kurniawan- Minggu, 11 Agustus 2019

Leave a Reply